Senin, 21 Mei 2012

Bulan rajab menurut alqur'an dan sunnah.




Para pembaca yang di rahmati oleh allah insya allah pada kesempatan
kali ini penulis ingin menjelaskan sedikit tentang keutamaan bulan rajab, dan
apa saja yang seharus-nya di lakukan kaum muslimin ketika memasuki bulan rajab,
apakah ada keutamaan atau tidak di dalam-nya?

Oleh karena itu dengan izin allah penulis akan menjelaskan secara
ringkas, dan kebanyakan isi dari pada tulisan ini diambil dari kitab latoif
ma’arif yaitu kitab yang di karang oleh al hafidh ibnu rajab alhambali, kitab
ini adalah kitab terbaik yang berbicara tentang bulan dalam islam

Allah menyatakan di dalam firman-nya:

إن عدة
الشهور عند الله اثنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السماوات و الأرض منها أربعة
حرم ذلك الدين القيم فلا تظلموا فيهن أنفسكم

Sesungguh-nya hitungan bulan di sisi allah ada dua belas bulan di
dalam kitab allah pada hari di ciptakan langit dan bumi diantara-nya empat
bulan haram yang demikian adalah agama yang lurus dan maka janganlah berbuat
dolim di dalam-nya

Di dalam ayat ini allah menjelaskan kepada kita bahwa di dalam
islam ada 12 bulan diantaranya 4 bulan yang di katakan haram kenapa di katakan
bulan haram hal ini di jelaskan oleh syaikh al alamah abdurahman bin nasir
asa’di di dalam tafsir-nya karena 4 bulan ini di haramkan-nya peperangan dan
perbuatan  keji dan dholim, 4 bulan ini termasuk bulan suci

Adapun 12 bulan ma’ruf bulan hijri dan yang empat sebagaimana di
katakan nabi : di dalam hadist yang sohih di keluarkan imam bukhari dan muslim
dari abu bakrah bahwa nabi di dalam khutbah-nya pada haji wada’ menyatakan:

إن الزمان
قد استدار كهيئته يوم خلق الله السماوات و الأرض السنة اثنا عشر شهرا منها أربعة
حرم ثلاثة متواليات : ذو القعدة و ذو الحجة و المحرم و رجب مضر الذي بين جمادى و
شعبان

Sesungguh-nya zaman telah berputar sebagaimana bentuk-nya pada hari
di ciptakan langit dan bumi tahun ada 12 bulan diantara-nya 4 bulan haram tiga
bulan saling bersamaan yaitu dzul qo’dah dan dzul hijjah, dan muharom dan rajab
yang ada antara bulan jumad (1,2)dan sya’ban

Di dalam hadist dan ayat di atas di jelaskan bahwa ada 4 bulan yang
di mana di haramkan di dalam-nya pembunuhan dan perbuatan keji  yaitu
dulqo’dah dul hijjah muharrom dan rajab.



Pada kesempatan kali ini kita akan membahas khusus bulan rajab di
dalam bulan rajab di larang bagi kaum muslimin untuk berperang dan saling
menyakiti sebagaimana ayat yang telah kita sebutkan di atas dan diantara
kebiasaan  jahiliyah yang ulama berbeda pendapat apakah boleh di lakukan atau tidak yaitu kaum jahiliyah mempunyai kebiasaan menyembelih sembelihan pada bulan rajab ketika sahabat bertanya
kepada rasul tentang yang demikian maka di jelaskan nabi di dalam sohihain
bahwa nabi menyatakan :

لا فرع ولا عتيرة

Tidak ada far’a ataupun atiroh

Far’a adalah sembelihan yang di persembahkan untuk toghut pada
zaman jahiliyah dikatakan juga oleh imam an-nawawi di dalam syarh muslim far’a  adalah binatang seperti onta kambing jika baru mempunyai anak yang pertama di persembahkan kepada sesembahan mereka.
 di sini ulama berbeda pendapat sebagian
membolehkan far’a diantara-nya ibnu sirin dan sebagian syafiiyah akan tetapi
sohih wallahu a’lam sebagaimana dikatakan ibnu rajab di dalam latoif yaitu
islam datang untuk meniadakan kebiasaan jahiliyah.

Adapun atiroh adalah sembelihan yang di sembelih dan di berikan
kepada manusia untuk menghormati bulan rajab di katakan imam nawawi di namakan
rojbiyah penghormatan pada bulan rajab maka mereka menyembelih sembelihan ini.
juga di katakan sebagian orang syai’iyah begitu dalam masalah ini  imam nawawi memperbolehkan akan
tetapi wallahu a’alam sohih islam datang untuk menghapus semua kebiasan
jahiliyah dan di ganti dengan yang lebih baik ,Sebagaimana di katakan rasul

عن أبي
هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : لا فرع و لا عتيرة

Dari abu huraira dari nabi menyatakan tidak ada far’a dan juga
atiroh

Di dalam hadist yang lain rasul menyatakan

عن نبيشة
أنهم قالوا : يا رسول الله إنا كنا نعتر في الجاهلية يعني في رجب ؟ قال : اذبحوا
لله في أي شهر كان و بروا لله و أطعموا



Dari nabisyah bahwa sahabat menyatakan wahai rasulullah kami dahulu
melakukan atiroh (pada masa jahiliyah) pada bulan rajab kemudian nabi
menyatakan sembelihlah kaarena allah pada bulan apa saja dan berbuat baiklah
karena allah berikan makan kepada manusia.



Dengan penjelasan di atas terdapat bantahan bagi sebagian orang
mereka menjadikan bulan rajab sebagai bulan khusus untuk melaksanakan ritual atau
perayaan dan lain sebagai-nya.

Diantara  permasalahan yang
berhubungan dengan bulan rajab sebagaimana di jelaskan ibnu rajab al hambali
Tidak ada solat yang di khususkan pada bulan rajab diantara-nya
sebagian orang melaksanakan solat rogoib pada awal malam jum’at dari bulan
rajab, jumhur ulama tidak ada dalil yang sohih yang menjelaskan keutamaan solat
rogoib pada bulan rajab,  telah kita ketahui solat adalah ibadah yang perkara-nya tauqifiyah yaitu berhenti dengan ada-nya dalil.

Begitu juga berhubungan dengan puasa di bulan rajab sohih tidak
puasa yang dikhususkan di  bulan rajab
hadist yang menjelaskan tentang masalah ini di sebutkan ibnul jauzy di dalam
kitab-nya al maudhuat.

Adapun bepuasa pada bulan haram yaitu pada semua bulan yang 4 yang
di sebutkan allah di dalam firman-nya yang tercantum di atas diantara-nya ibnu
umar hasan al basri dan lain sebagainya

Di riwayatkan dari azhar bin said al jumahi dari ibunya bahwa dia
bertanya kepada aisyah jika aku berpuasa rajab ! Maka aisyah menyatakan
berpuasalah sya’ban.

Dan juga diantara kebiasaan umat terdahulu pada bulan rajab
sebagaimana di katakan ibnu rajab di dalam latoif ma’arif membayar zakat pada
bulan rajab hal ini jika di yakini pada bulan rajab di khususkan maka bisa
menjadi bid’ah.
karena maklum bid'ah adalah suatu amalan yang di adakan dengan tujuan ibadah.

Begitu juga umrah pada bulan rajab, para sahabat seperti ibnu umar
dan juga aisyah melaksanakan umrah pada bulan rajab akan tetapi tidak ada satu
dalilpun dari alqur’an dan sunnah.

Dan di sebutkan di dalam kitab latoif ma’arif tentang
kejadian-kejadian yang terjadi pada bulan rajab akan tetapi tidak ada satu
dalilpun dari al qur’an dan sunnah yang membenarkan kejadian itu diantara-nya
nabi di lahirkan pada tanggal 27 rajab dan juga isra mi’raj terjadi pada bulan
rajab akan tetapi wallahu a’lam tidak ada satu dalilpun yang menunjukan
kebenaran-nya.



Penutup

Semua yang telah kita sebutkan adalah ibadah yang di lakukan
sebagian orang dan umdah dari permasalahan ini bulan rajab adalah bulan haram
yang di haramkan di dalam-nya peperangan dan kedholiman di syariatkan pulan di
dalam-nya ibadah akan tetapi penghususan ibadah adalah haq allah semata tidak
ada seorang hambapun yang bisa menysariatkan kecuali rasul dan allah swt tidak
lupa untuk menyampaikan syariat-nya sebagaimana allah nyatakan

وما كان ربك نسيا

Dan allah عز وجل tidak lupa

Dan syariat ini telah sempurna sebagaimana dikatakan allah :

اليوم اكملت لكم دينكم و اتممت عليكم نعمتي و رضيت لكم الاسلام دينا

Pada hari aku telah sempurnakan untuk kalian agama kalian dan aku
sempurnakan pula ataskalian  ni’mat dan
aku ridho islam sebagai agama kalian.

Ayat-ayat diatas menunjukan bahwa satu ibadah merupakan bagian dari
agama dan itu hanya haq allah dan rasul-nya semata

Nabi menyatakan :

و خير الهدي هدي محمد

Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi muhamad





Sampai di sini dulu mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat

 و صلى الله على سيدنا محمد و على آله وصحبه و سلم





Abu abdirahman

Makkah al mukarromah

1 rajab 1432 hijriyah








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar