Senin, 22 Agustus 2011

ahkam al idain



                           Ahkam al idain
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه و سلم  اما بعد:
Para pembaca yang di rahmati Allah dalam waktu dekat ini kaum muslimin akan menyambut satu hari yang di katakan nabi :
 عن أنس بن مالك : أنه قال : « كان لأهل المدينة في الجاهلية يومان من كل سنة يلعبون فيهما ، فلما قدم النبي صلى الله عليه وسلم : قال : » كان لكم يومان تلعبون فيهما ، وقد أبدلكم الله بهما خيرا منهما : يوم الفطر ، ويوم النحر
Dari anas bin malik beliau berkata : dahulu bagi penduduk madinah pada zaman jahiliyah dua hari pada setiap tahun mereka bermain-main pada dua hari tersebut, ketika nabi datang, berkata dahulu kalian memiliki dua hari bermain-main di dalam-nya , maka telah di ganti dua hari itu dengan yang lebih baik, idul fitri, dan yaum nahr(idul adha).
Oleh karena itu kami merasa perlu untuk menjelaskan sedikit tentang ahkam idain.
Berangkat dari hadist diatas kaum muslimin mempunyai dua hari yang di syariatkan di dalam untuk menggabung antara bersenang-senang dengan ibadah, pada hari ini kaum muslimin bergembira, selain meraih kemenangan setelah sebulan berpuasa pada idul fitri, juga karena hari ini yang di jadikan pengganti oleh rasul, kepada ummat-nya untuk bergembira.
Pada kesempatan kali ini penulis ingin menjelaskan sedikit tentang ahkam idain dengan pertolongan Allah swt.
Arti العيد  secara bahasa adalah berasal dari kata عاد يعود عيدا yang berarti pengulangan di beri nama id karena di ulang setiap tahun-nya, adapun arti secara istilah , hari yang yang di syariatkan untuk kaum muslimin bergembira di dalam-nya dan mensyiarkan dengan melaksanakan shalat dua rakaat dengan sifat yang khusus.
Idain adalah ibadah yang sifat-nya fardhu kifayah sebagaimana di katakana imam an-nawawi di dalam majmu’ syarh al muhaddab,dan lain-lain, dalil dari permasalahan ini sebagaimana di katakan allah di dalam firman-nya :
فصل لربك وانحر
Maka solatlah untuk robbmu dan sembelihlah.
Tafsir dari ayat ini sebagaimana di jelaskan ahli tafsir adalah, idul adha, di katakan bahaudin al maqdisi, di dalam ayat diatas adalah perintah dan perintah di sini melazimkan wujub , di jelaskan pula di dalam qoidah fiqh :
ما يتم الوجوب الا به فهو ليس بواجب
Tidak sempurna kewajiban kecuali dengan-nya maka yang demikian tidak di wajibkan (fardu ain)
Maksud dari qoidah ini menunjukan akan kewajiban yang sifat-nya fardu kifaya (jika telah di lakukan maka telah gugur kewajiban selain-nya) ini yang di maksud dari qoidah diatas dan contoh-nya adalah solat id, begitu juga haji dll.
Di sini nabi tidak pernah meninggalkan solat id, karena solat id adalah, termasuk syiar-syiar islam, diantara dalil yang menunjukan di syariatkan –nya solat al id sebagaimana di katakan allah:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
Telah menang siapa yang menunaikan zakat,kemudian menyebut nama robb-nya dan salat.
Di jelaskan ahli tafsir bahwasanya yang di maksud dengan ayat ini adalah idul fitri.
Waktu solat id sebagaimana di katakan al imam anawawi dari terbit-nya matahari sampai keluar-nya matahari,dan di sunahkan mengakhirkan idul fitri dan mendahulukan shalat idul adha sebagaimana di riwayatkan Abdullah bin abu bakr bin Muhammad bin amru bin hazm dari ayah-nya dari kakek-nya bahwasa-nya nabi menuliskan kepada-nya untuk mendahulukan idul adha dan mengakhirkan idul fitri, berkata imam nawawy di karenakan zakat fitra lebih utama di keluarkan sebelum solat jika di akhirkan maka masih mempunyai banyak waktu,dan menyembelih binatang kurban setelah solat idul adha , jika di percepat solat, semakin cepat penyembelihan.
Dan di sunnahkan untuk melaksanakan idain , di musolla (lapangan yang luas) sebagaimana di lakukan nabi dan para sahabat-nya, sebagaimana di riwayatkan bukhari dan muslim, dan ijma, ulama sampai pada hari ini , melaksanakan solat idain di musolla, kecuali jika turun hujan, dan di perbolehkan untuk melaksanakan di masjid sebagaimana di jelaskan an-nawawy, adapun ahlu makkah dan madinah tidak di ragukan solat di haramain karena keutamaan solat di dalam-nya di bandingkan solat di selain-nya, adapun nabi pada waktu itu meninggalkan solat di masjid-nya di karenakan terbatas-nya tempat.
Diantara ahkam idain bahwasa-nya nabi memakan makanan ringan seperti kurma pada idul fitri dan berpuasa pada idul adha sampai setelah solat,sebagaimana di riwayatkan buraidah beliau berkata:
كان رسول الله لا يخرج يوم الفطر حتى يفطر ولا يطعم يوم النحر حتى يصلي
Bahwa rasul tidak keluar pada idul fitri kecuali makan dan tidak makan pada idul adha sampai selesai solat.
Dan yang di makan rasul pada idul fitri adalah korma sebagaimana di katakana anas radiallahu anhu:
كان لا يخرج يوم الفطر حتى يأكل تمرات ويأكلهن وترا
Bahwasanya nabi , tidak keluar pada idul fitri kecuali nabi memakan beberapa korma,dan memakan-nya secara ganjil.
Diantara ahkam idain mandi sebelum melaksanakan solat sebagaimana di lakukan para sahabat dan kaum muslimin sampai pada hari ini.
Di sunnahkan juga memakai sebaik-baik pakaian sebagaimana diriwayatkan jabir :
كانت للنبي صلى الله عليه وسلم حلة يلبسها في العيدين ويوم الجمعة
Bahwasanya nabi mempunyai pakaian (hulla) yang di pakai pada dua hari rayadan pada hari jum’at .
Dan ulama ijma’ di dalam permasalahan ini bahwasanya di sunnahkan pada idain memakai sebaik-baik pakaian.
Diantara ahkam idain di sunnahkan bagi semua kaum muslimin untuk menyaksikan syiar islam walaupun wanita haidh sebagaimana di riwayatkan bukhari dari ummu atiyah bahwasanya beliau menyatakan:
أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نخرج في العيدين العواتق وذوات الخدور وأمر الحيض أن يعتزلن مصلى المسلمين
Kami di perintahkan nabi keluar pada hari idain para  para perawan, dan memerintahkan wanita haidh untuk menjauh dari musolla.
Diantara ahkam al idain tidak ada adzan maupun iqomah pada idul fitri dan adha, dan juga nabi memulai solat dan berkhutbah setelah-nya sebagaimana di riwayatkan  bukhari dari hadist jabir menyatakan:
شهدت مع النبي صلى الله عليه وسلم يوم العيد فبدأ بالصلاة قبل الخطبة بلا أذان ولا إقامة ثم قام متوكئا على بلال فأمر بتقوى الله تعالى, وحث على طاعته ووعظ الناس وذكرهم ثم مضى حتى أتى النساء فوعظهن وذكرهن وقال: "يا معشر النساء تصدقن فإنكن أكثر حطب جهنم", فقامت أمراة من سطة النساء سفعاء الخدين فقالت: لم يا رسول الله؟ فقال: "لأنكن تكثرن الشكاة وتكفرن العشير", قال: فجعلن يتصدقن من حليهن يلقين في ثوب بلال من أقراطهن وخواتيمهن
Saya telah menyaksikan bersama nabi pada hari raya idain,nabi memulai solat sebelum khutbah,tanpa adzan dan iqomah,kemudian nabi bersandar kepada bilal,dan memerintahkan untuk bertaqwa kepada allah,dan menganjurkan untuk taat kepada-nya dan memberikan nasihat kepada manusia,dan mengingatkan mereka, kemudian nabi beranjak menuju wanita kaum muslimin, memberikan nasehat kepada mereka,dan mengingatkan mereka, seraya berkata: wahai para wanita perbanyaklah kalian bersedekahlah karena kalian adalah bahan bakar api neraka,maka tegaklah wanita dari tengah-tengah kaum wanita yang kedua pipi-nya berwarna, berkata kenapa wahai rasulullah?
Dan berkata nabi karena kalian paling banyak kufur terhadap suami( kufur ni’mat)kemudian berkata rawi mereka bersedekah dari perhiasan-perhiasan mereka yang di kumpulkan di baju bilal,dari anting-anting mereka dan cincin-cincin mereka.
Di dalam hadist panjang diatas terdapat fawaid sangat banyak diantara-nya bahwasanya nabi memulai solat id sebelum memulai khutbah-nya, terdapat juga bahwa solat id adalah solat tanpa adzan dan iqomah,terdapat pula di dalam hadist ini sifat khutbah id nabi yaitu memerintahkan untuk bertaqwa dan taat kepada allah,dan juga terdapat peringatan nabi terhadap kaum wanita dan mengingatkan kaum muslimin.
Diantara ahkam idain di sunnahkan bagi kaum muslimin bertakbir ketika keluar menuju musolla sampai imam memulai solat pada idul fitri dan sampai akhir hari tasriq pada idul adha(3 hari setelah 10 dul hijjah) dalil dari permasalahan ini :

 ولتكبروا الله على ما هداكم ولعلكم تشكرون
Dan untuk bertakbir(berdikir) kepada allah atas hidayah yang di berikan kepada kalian , agar kalian bersukur.
Ayat di ayat untuk idul fitri karena ayat sebelum-nya menjelaskan tentang ahkam siyam dan bulan ramadhan.
Allah menytakan pula:
واذكروا الله في أيام معدودات
Dan berdikirlah kepada allah pada hari-hari ma’dudat(tasriq)
Berkata ibnu katsir tentang ayat ini :

التكبير أيامَ التشريق بعد الصلوات المكتوبات: الله أكبر، الله أكبر.
Bertakbir pada hari-hari tasriq setelah solat wajib : allah maha besar, allah maha besar
Dan sighoh atau lafadh takbir sendiri tidak adalah hadist sohih bersandar kepada nabi, akan tetapi di contohkan oleh sahabat-sahabat-nya diantara-nya riwayat dari salman bahwa beliau memerintahkan takbir dengan الله اكبر   3x dan riwayatkan pula dari ibnu mas’ud dan umar dengan lafadh allahu akbar3 kali lalu membaca tahlil laila halillahu wallahu akbar walillahilhamd,dan diriwayatkan pula dari ibnu abbas dan lain-nya dengan lafadh allahu akbar3x ditambah allahu akbar wa ajal allahu akbar ala ma hadana.
Di sunnahkan pula pada hari idain bertahnia atau saling mengucapkan selamat sebagaimana di lakukan para sahabat nabi,dengan lafadh :
تقبل الله منا و منكم
Mudah-mudahan allah menerima amalan kami dan kalian.
Dan lafadh lain-nya tidak ada larangan dari nabi dan para sahabat-nya.


Sifat solat idain
Solat idain sebagaimana solat sunnah lain-nya dua rakaat dengan 7 takbir pada rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua sebagaimana di sebutkan dalam satu riwayat:
فعن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده أن النبي صلى الله عليه وسلم كبر في عيد اثنتي عشرة تكبيرة، سبعا في الاولى وخمسا في الاخرة
Dari amr bin syuaib dari bapak-nya dari kakek-nya (Abdullah bin amr bin ash)bahwa nabi bertakbir pada solat id 12 takbir , 7 pada rakaat pertama,dan 5 pada rakaat terahir.
Ulama berbeda pendapat apakah setiap takbir mengangkat tangan sebagian ulama berpendapat setiap takbir mengangkat tangan berdalil dengan apa yang di lakukan ibnu umar, tidak ada satu dalilpun yang datang-nya dari nabi atas mengangkat tangan pada setiap takbir, dan di sunnahkan berdzikir pada antara dua takbir, dan tidak di jelaskan oleh nabi tentang dzikir tertentu yang di baca antara dua takbir.
Bacaan pada solat idain sebagaimana di riwayatkan dan imam muslim :
عن النعمان بن بشير - رضي الله عنه - قال: «كان يقرأ في العيدين وفي الجمعة بسبح اسم ربك الأعلى، وهل أتاك حديث الغاشية» رواه مسلم.

Dari nu’man bin basyir yang allah ridho kepada-nya, berkata bahwasa-nya nabi membaca pada solat idain dan jum’at dengan sabihisma robikal a’la(surat al a’la) dan hal ataka ( surat al ghosiyah).hr muslim.

Di sunnahkan untuk melewati jalan yang berbeda ketika kembali dari musolla id, ini adalah pendapat kebanyakan ulama,sebagaimana di riwayatkan imam bukhari :
فعن جابر رضي الله عنه قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا كان يوم عيد خالف الطريق. رواه البخاري
Dari jabir bin abdillah allah ridho kepada-nya, berkata : bahwasanya nabi pada hari id menyelisihi jalan(jalan waktu berangkat dan kembali)
Adapun jika tidak ada jalan lagi kecuali jalan yang di lewati atau jauh jika melewati jalan lain maka tidak mengapa melewati satu jalan.

Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat
نسأل الله ان ينفعنا بما كنا انه ولي ذلك والقادر عليه والحمد لله رب العالمين.






Penyusun
Abu abdirahman
riyadh
Ahad 21 ramadhan 1432 hijriyah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar